Article

Yuk, Bantu Si Kecil Belajar Pahami Cara Baca Info Kandungan Gizi di Label Kemasan

Post On 19 Jan 2022

Ada cara sederhana membangun gaya hidup sehat kepada buah hati sejak dini. Mulailah didik mereka membiasakan diri pentingnya mengecek informasi kandungan gizi dan nutrisi di kemasan produk cemilan.

Belakangan ini makin banyak produk makanan dan minuman kemasan yang menarik perhatian buah hati. Di sinilah terasa pentingnya mencermati keterangan yang tercantum dalam labelnya. 

Informasi nilai gizi atau nutrition facts di label kemasan produk berisikan keterangan seputar kandungan gizi. Label ini dapat menjadi pertimbangan sebelum membeli produk. Secara khusus, info nilai gizi pada label kemasan sangat bermanfaat bagi yang sedang membatasi asupan kalori atau memiliki kondisi medis tertentu. 

Sayang, keterangan dalam label produk seringkali menggunakan istilah asing yang kurang familiar. Belum lagi, jumlahnya terbilang cukup banyak sehingga tidak heran bakal lebih sulit memahaminya. Alhasil, memang bukan perkara mudah membaca kandungan gizi dan nutrisi di label produk makanan.

Cuma secara umum, informasi sajian gizi itu menyajikan keterangan tentang total sajian per kemasan. Jumlah sajian per kemasan mengartikan jumlah takaran saji yang terdapat dalam satu kemasan makanan. Contoh, produk keripik singkong memiliki keterangan ‘4 sajian per kemasan’. Artinya, setiap kemasan dapat dibagi menjadi empat sajian atau dapat dikonsumsi sebanyak empat kali.

Setiap informasi nilai gizi menginformasikan kandungan gizi untuk tiap sajian saja, bukan satu kemasan. Dengan begitu, jika mengkonsumsi satu bungkus snack sampai habis maka asupan gizi yang masuk ke tubuh berjumlah empat kali lipat dari nilai yang tertera dalam kemasan.

Info berikutnya adalah kalori per sajian yang menunjukkan banyaknya energi yang didapat usai mengkonsumsi produk tertentu. Semakin banyak sajian produk yang dikonsumsi maka makin besar pula asupan kalori yang didapatkan.

Baca juga: Deretan Ide Kreatif Pancing Aktivitas Liburan Imlek di Rumah

Lazimnya penulisan kalori disertai keterangan ‘kalori dari lemak’. Misalnya sebungkus snack tertera keterangan kalori total per sajian sebanyak 200 kkal dan kalori dari lemak sebesar 100 kkal, maka jika sebungkus snack terdiri dari empat sajian berarti tinggal ditotal seluruhnya dilakukan empat sajian.

Terakhir, Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang menandakan kebutuhan energi harian rata-rata yakni 2.000 kkal. Angka itu merujuk jumlah zat gizi dalam satuan berat seperti miligram atau gram atau dengan satuan persentase AKG.

Setiap zat gizi memiliki rekomendasi asupan harian masing-masing. Sedangkan persentase AKG bermakna perbandingan antara zat gizi dalam produk dengan total zat gizi yang dibutuhkan tubuh. 

Contoh, satu kemasan Pino Jelly yang terdiri dari satu sajian mengandung vitamin C yang setara dengan 50 persen AKG per sajian. Maka, dengan mengkonsumsi Pino Jelly maka tubuh telah terpenuhi 50 persen kebutuhan vitamin C per hari.

Kemudian ada lagi komposisi makanan atau Ingredient List yang berisikan keterangan daftar bahan baku yang terdapat dalam produk tersebut. Lazimnya, urutan teratas menerangkan bahan yang kandungannya terbanyak. Sebut saja susu, maka kandungan susu mendominasi produk tersebut. Lain halnya jika paling atas tertera gula, praktis kandungan gula yang terbanyak.

Yang tak kalah penting, label kemasan wajib mencantumkan Nomor Pendaftaran Pangan yang diterbitkan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Nomor Pendaftaran Pangan terdiri dari 12 digit angka dengan diawali kode MD yang berarti makanan diproduksi dalam negeri. Sedangkan kode ML artinya makanan olahan dari luar negeri.

Dengan menanamkan kebiasaan membaca label makanan, maka si kecil akan terbangun kesadaran pentingnya memilih produk makanan sehat. Satu hal lagi, kebiasaan ini akan menghindarkan mereka  mengkonsumsi produk makanan kadaluarsa.

Baca juga: Unifam Konsisten Bantu Perjuangan Ibu Berikan yang Terbaik untuk Keluarga

Share This Article