Artikel

Usia Tepat Pemberian Permen Untuk Anak

Post pada 04 Oct 2020

Apakah ada anak yang menolak jika diberikan permen? Karena rasanya yang manis, kebanyakan anak sangat menyukai permen. Faktanya, banyak penolakan dari Ibu untuk melarang anaknya makan permen dengan berbagai alasan. Namun, sebenernya permen juga mempunyai manfaat bagi tubuh. Salah satu kandungan dalam permen adalah sukrosa, yang jika dikonsumsi dapat secara cepat diolah tubuh menjadi energi. Beberapa permen juga tidak hanya mengandung gula, ada yang terbuat dari bahan bernutrisi seperti susu dan kalsium, sehingga dapat membantu menambah asupan gizi.

Tentunya kemudian Ibu bertanya-tanya, kapan sebaiknya anak mulai diperbolehkan untuk makan permen? Sebaiknya permen diperkenalkan kepada anak ketika berusia diatas 3 tahun atau pra-sekolah. Hal ini untuk menghindari anak tersedak dan menghindari hilangnya nafsu makan.

Jangan memberikan anak pra-sekolah permen keras seperti permen mints, permen kacang, permen kenyal dan sejenisnya karena anak balita belum dapat mengunyah dengan benar. Ibu dapat memperkenalkan permen bertangkai (lollipop) kepada anak. Selain permen dapat dipegang sehingga lebih aman, juga menghindari permen tertelan langsung. Disarankan kepada Ibu untuk selalu mengawasi anak ketika makan permen.

Jadi pemberian permen kepada anak sebenarnya boleh-boleh saja, asalkan Ibu dapat memilih jenis permen yang tepat serta tidak diberikan secara berlebihan. Permen Milkita Lollipop dapat menjadi salah satu permen pilihan bagi Ibu untuk memperkenalkan permen kepada anak. Karena Milkita terbuat dari bahan-bahan berkulitas, Susu Sapi segar serta tinggi kalsium. Selain itu Permen Milkita lollipop dikemas dengan design modern dengan karakter sapi yang lucu bernama “Milki”. “3 Milkita Lolipop atau 7 butir Milkita Candy memiliki kalori setara dengan segelas susu” sehingga mampu menambah energi.

Bagikan Artikel