Artikel

Jitunya Konsep Marketing Penentu Sukses Distribusi Produk Unifam

Post pada 29 Mar 2021

Produk PT United Family Food (Unifam) kini telah dipasarkan sampai mancanegara. Namun sebelum sukses ke pasar global, Unifam mengalami kesulitan menjual produknya ke pasar lokal.
 
Beberapa tahun lalu saat Unifam masih bernama Unican, proses distribusi ke daerah-daerah luar Jakarta mengalami kendala. Slamet Timan, kini menjabat sebagai Head of General  Trade Unifam, bercerita tentang bagaimana proses membuka  distribusi di beberapa wilayah Indonesia bagian barat. 
 
“Pada saat itu Unican melakukan distribusi sendiri di bawah PT Fajar Gunung Sentosa.  Distribusinya berbeda dengan yang sekarang,” kata pria yang sudah 26 tahun bergabung di Unifam.
 
Slamet mengakui banyak kendala dalam memasarkan produk Unifam. Utamanya seputar daya jangkau. Permasalah distribusi berkontribusi dalam perlambatan pertumbuhan. Tapi ini jadi tantangan yang perlu dicari solusi.
 
Kemudian di tahun 1996, Unican memutuskan mencari rekanan yang ahli dalam hal mendistribusikan produk-produk Unican di daerah-daerah.  “Namun pada kenyataannya, saat itu tidak gampang untuk menyakinkan distributor agar mau memasarkan produk  kita,” urai Slamet.
 
Beruntung, Wirman Ali Umar yang kebetulan saat itu menjabat Manager Sales Marketing,  memiliki jaringan distributor area Sumatera,  Jawa dan Bali. Alhasil, hampir 80% distributor di area tersebut  mau menerima dan memasarkan produk-produk Unican

Baca juga: Cola Candy Jadi Motor Penjualan Unifam di Awal Berdiri
 
Konsep Marketing
 
Langkah berikut usai merangkul rekanan distributor Sumatera,  Jawa dan Bali adalah merumuskan konsep marketing.  Pakar marketing Kotler mendefinisikan marketing atau pemasaran sebagai “A Societal process by which individual and groups obtains what they need and what through creating, offering, and freely exchanging product and service of value with other” (Kotler, 2000:8). 
 
Artinya, marketing merupakan proses yang membentuk hubungan antara produsen dengan individu atau kelompok dalam menyampaikan produk, yaitu barang dan jasa, dilakukan 
untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan guna mencapai  tingkat kepuasan yang lebih tinggi melalui penciptaan produk  yang berkualitas. 
 
Konsep-konsep pemasaran berada di wilayah penentuan  pasar sasaran, penentuan segmentasi pasar, dan segmentasi  potensial, kebutuhan dan keinginan, permintaan, produk dan  penawaran, nilai dan kepuasan, pertukaran dan transaksi,  hubungan dan jaringan, saluran pemasaran, rantai penjualan, persaingan, iklim pasar serta penentuan strategi bauran  pemasaran.
 
Sementara itu langkah atau jenis kegiatan pemasaran ditentukan oleh teknik-teknik semisal direct marketing, support media, personal selling, dan promosi penjualan. Selain teknik  pemasaran itu, perlu juga diperhatikan dan dipertimbangkan penggunaan visual dan pesan yang tepat adalah syarat utama dari keberhasilan sebuah program promosi.
 
“Budget marketing sangat besar, dan pada saat itu belum ada budget untuk bikin iklan produk-produk kita di televisi. Tapi berkat salah seorang rekanan, membantu kita untuk membuatkan iklan di televisi. Dan benar, setelah iklan itu tayang di televisi, produk kita Cola Candy semakin meledak,” tutur Slamet.
 
Sejak saat itu jaringan distributor menjadi semakin kuat, dilengkapi dengan konsep marketing yang juga sudah mulai terarah. Akhirnya berkembanglah produk baru seperti Jagoan Neo, Super Zuper, Chip Chip Chup yang semuanya sukses di pasaran.
 
Tak hanya pasar domestik, dari tahun ke tahun, Unifam gencar melakukan ekspansi pasar ekspor. Di tahun 2020, penjualan ekspor Unifam tercatat telah menjangkau sebanyak 20 negara dengan adanya tambahan destinasi ekspor baru seperti Maldives, Vanuatu dan Fiji.
 
Saat ini, produk Milkita masih menjadi backbone sebagai produk ekspor ke beberapa negara. Selain Milkita, Unifam juga mengekspor produk Jagoan Neon, Kiko Ice Stick, Pino Ice Cup, Super Zuper dan Milkita Kental Manis. 
 
Baca juga: Ketika Makan, Ingatlah Pesan Hipocrates yang Bilang You Are What You Eat

 

Bagikan Artikel