Artikel

Produk Unifam Jadi Cerminan Sosok Keibuan Susylia Sukana  

Post pada 20 Apr 2021

R.A Kartini memang menginspirasi wanita Indonesia di zaman modern. Salah satu ciri khas yang menonjol dari bangsawan asal Jepara ini adalah sifatnya yang tidak mau menyerah dan berani mengambil risiko. Bahkan, dia berani untuk mengambil sikap melawan arus.
 
Sosok Kartini juga digambarkan sebagai perempuan yang bersemangat memperjuangkan kesetaraan gender. Bahkan berkat Kartini, muncul banyak pemimpin hebat dari kaum Hawa.
 
Kalau saja ibu Raden Adjeng Kartini masih ada hari ini,  beliau mungkin akan bangga dengan Susylia Sukana, pendiri dan owner Unifam. Susy panggilannya, kini berhasil membuat Unifam menjadi perusahan makanan dan minuman yang produknya hadir di mancanegara.
 
Wanita lulusan Chemical Engineering, Universitas Cheng Kung Taiwan ini juga dikenal tangguh. Bagaimana tidak, tahun 1985 saat bisnis yang dirintis belum berjalan baik, Susy harus menerima kenyataan sang kakak, Harsono Pangjaya meninggalkannya untuk selama-lamanya.
 
Harsono meninggal usai menjalani perawatan medis yang cukup lama, akibat kanker hidung yang dideritanya sejak tahun 1978.Sebelum meninggal, Susy sempat berjanji kepada kakak laki-laki satu-satunya yang saat itu koma.
 
“Kamu enggak usah khawatir, nanti ibu, istri dan anak-anak kamu saya yang urus,” janji Susy kepada sang kakak. Di antara saudara-saudara ya.ng lain, Susy terbilang paling dekat dengan Harsono. Tak lama setelah mendengar janji Susy itu, Harsono pergi dengan tenang.
 
Sepeninggal Harsono, Susy seorang diri menjalankan bisnis kembang gula yang masih terus merugi hingga kurang lebih enam tahunan. Namun, Susy tak menyerah begitu saja. Ia bangkit dari duka dan berpikir keras bagaimana bisa bertahan.

Baca juga: Cerita Pendiri Unifam yang Jadikan Pesan Ayah Modal Kembangkan Bisnis  
 
“Ibarat orang bernapas yang lama-kelamaan akan habis. Saat itu saya memilih bertahan. Setidaknya, saya harus bertahan dan jangan sampai oksigen habis,” ujarnya.
 
Saat itu dia harus memikul dua tanggung jawab sekaligus. Melanjutkan bisnis serta mewujudkan janjinya pada sang kakak. Yakni mengambil alih peran orang tua bagi tujuh keponakannya (anak-anak Harsono).
 
Susy pun bekerja keras memastikan semuanya berjalan beriringan dan sampai tujuan. Ia mengatur sedemikian rupa agar semua keponakannya bisa tetap sekolah dan melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Tak tanggung-tanggung dari tujuh putra-putri Harsono, enam di antaranya dikirim kuliah ke Amerika.
 
“Janji itu yang membuat saya harus bertahan dan melanjutkan bisnis ini. Pada saat itu saya berpikir kalau sampai perusahaan tutup, kasihan anak-anak. Apalagi mereka masih kecil-kecil. Karena niat itu, Tuhan memberi saya jalan dan saya bersyukur, sehingga tugas saya selesai. Tujuh keponakan saya semuanya bisa kuliah minimal S1, enam kuliah di Amerika, satu di Indonesia,” ujar Susy.
 
Orang-orang terdekat Susy juga menjulukinya sebagai perempuan yang lembut dan keibuan. Meski begitu, di  balik kelembutannya, Susylia Sukana adalah sosok perempuan  yang tangguh, disiplin, pekerja keras dan hemat. Ia bukanlah  perempuan biasa. 
 
Ia mampu menjalankan banyak peran sehingga  dapat diandalkan baik di dalam keluarga, dan perusahaan. Susy amat lihai membagi perannya dengan baik. Kapan ia berperan sebagai istri, dan ibu dari empat putra-putrinya, serta  kapan ia harus memposisikan diri sebagai seorang pemimpin perusahaan sebesar Unifam. Kuncinya hanya satu, disiplin.
 
“Disiplin itu sangat penting. Waktunya kerja ya untuk  bekerja, selesaikan pekerjaan di kantor. Jangan sampai bawa  pekerjaan ke rumah. Dan Hari Sabtu Minggu ya jangan kerja,”ujarnya. 
 
Di tengah kesibukannya yang padat, Susy selalu berupaya  memanfaatkan waktu liburnya untuk berkumpul dengan keluarga. Sehingga sekalipun waktunya lebih banyak dihabiskan di kantor, ia tetap memiliki quality time bersama suami dan anak-anaknya. 
 
Layaknya seorang ibu kepada anaknya, Susy selalu ingin menciptakan atau menyajikan makanan yang sehat untuk putra-putrinya. Demikian pula ia terus menciptakan produk yang sehat untuk anak-anak Indonesia sehingga membantu meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.
 
Seperti contohnya Milkita, permen susu yang diproduksi Unifam ini tak sekadar permen tapi ada tambahan vitamin dan kalsium. Demikian pula dengan Milkita Kental Manis yang juga 100% terbuat dari susu segar. Dari hal tersebut terlihat bagaimana seorang Susy yang juga ibu ingin selalu memberi yang terbaik bagi keluarga-keluarga Indonesia.

Baca juga: Cola Candy Jadi Motor Penjualan Unifam di Awal Berdiri

 

Bagikan Artikel