Artikel

Missa Rosa Ingatkan Gaya Pengasuhan Orangtua Pengaruhi Kualitas Masa Depan Anak    

Post pada 21 Jul 2021

Mendampingi buah hati melakoni Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi memang tantangan tersendiri. Belum lagi dipusingi materi, seringkali harus membagi waktu dengan pekerjaan rumah tangga.
 
Alhasil, di sinilah pentingnya mengelola emosi orangtua dan anak. Pengelolaan emosi akan mendorong anak mudah menanamkan nilai kehidupan dalam tumbuh kembangnya, mandiri, sekaligus menemukan potensi dirinya.
 
Topik inilah yang menjadi fokus kelas edukasi tentang kesehatan anak dengan tema "How to Live with Toddlers 24/7" via Instagram Live, 17 Juli 2021. Acara ini merupakan kesempatan kedua yang dihelat #BijakBersamaOma bekerjasama Founder Montessori Haus Asia Miss Rosa dan Influencer Ka Viryani.
 
Acara ini bertujuan untuk para orangtua memahami peran apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mental sang anak dan juga mengkampanyekan pentingnya peran orang tua dalam tumbuh kembang anak.
 
Miss Rosa mengatakan saat anak berada di usia 0 sampai 3 tahun maka peran orang tua sangat penting menjaga kesehatan fisik dan juga mental anak. Sebab pada usia tersebut anak dalam proses belajar beradaptasi pada kehidupan sosialnya.
 
"Pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sangat pesat dan peran pengasuhan menentukan kualitas hidup anak di masa mendatang," kata Rosa.

Baca juga: Unifam Komitmen Berinovasi Ciptakan Produk Sehat bagi Keluarga Indonesia  
 
Dia menambahkan ada dua tips agar orang tua dapat mengendalikan emosinya saat mengasuh anak, terutama di masa pandemi. Pertama, orang tua harus mengurangi sikap menghakimi (less judgement). Dalam hal ini orang tua harus mengurangi untuk menilai diri sendiri, pasangan dan juga anak sendiri.
 
Kedua, orang tua harus merendahkan ekspektasi (less expectation). Bila terlalu banyak berharap maka akan ada banyak kekecewaan yang timbul saat gagal. Alhasil orang tua jadi stress bila itu terjadi.
 
“Kunci utama lainnya adalah sabar. Ingat bahwa tidak ada masalah yang permanen. Semua pasti ada akhirnya,” lanjutnya.
 
Pandemi ini juga menyebabkan siswa sekolah dasar harus belajar dirumah atau pembelajaran secara online. Kegiatan siswa di luar rumah jadi terbatas karena pandemi ini. Bukan hanya orang tua yang merasakan bosan dari kegiatan yang harus diliburkan namun juga tak sedikit anak juga merasa bosan dalam keadaan ini.
 
“Maka, sebagai orangtua bagi para siswa harus selalu ada dalam mendampingi kegiatan pembelajaran online di rumah. Orangtua juga harus mengawasi dalam hal belajar ataupun perkembangan anak,” kata Rosa.
 
Orangtua, lanjut dia, harus memahami cara dasar penanganan emosi yang muncul pada dirinya. Jika tidak, maka ketidakmampuan mengelola emosi akan mengganggu prestasi anak.
 
“Prestasi akademis masih bisa dilatih bila gagal. Tapi hubungan anak bisa rusak kalau orangtua tak mau belajar memahami kebutuhan anak,” tambahnya.
 
Sedangkan Ka Viryani Kho mengakui kesulitan orangtua saat mengasuh anak di saat pandemi. Namun sebagai ibu dua anak, dia menyadari perlu ada adaptasi agar anak dan kondisi mental ibu bisa tetap bahagia.
 
“Ingat kesusahan sehari ya hanya untuk sehari saja. Orangtua harus terus belajar sabar menghadapi anaknya tiap hari,” kata Mama dari Denzel dan Axel ini.
 
Selanjutnya dia menyarankan waktu belajar online juga dapat menjadi quality time penting di saat pandemi. Sebab anak dapat belajar langsung dari orangtua yang selama ini jarang dilakukan sebelum pandemi.
 
Selain itu, pemberian makanan dengan kualitas gizi yang baik merupakan amunisi penting bagi otak anak tersebut. Ia dan anaknya misalnya juga mengkonsumsi snack kata Oma tiap hari di sela-sela kegiatan selama di rumah.
 
Baca juga: Unifam Buka Vaksinasi Khusus Anak Usia 12-17 Tahun di SMAN 2 dan SMAN 33 Jakarta Barat
 


 

Bagikan Artikel