Artikel

Minim Aktivitas Fisik Selama Pandemi, Perhatikan Asupan Kalsium Buah Hati

Post pada 09 Feb 2021

Pandemi memaksa anak-anak menghabiskan mayoritas waktu di rumah. Sekolah, bermain, ibadah, dan bersosialisasi semua dilakukan di rumah demi membatasi kontak fisik. Praktis, aktivitas anak pasti jauh berkurang.
 
Dengan kata lain, pandemi membuat aktivitas keseharian anak berubah. Padahal minimnya aktivitas fisik membuat pertumbuhan tulang dan sendi menjadi kurang maksimal. Barang tentu sebagai orangtua, ada baiknya memerhatikan ini.
 
Ada baiknya orang tua menciptakan suasana yang merangsang aktivitas fisik di rumah. Misalnya dalam bentuk permainan yang disenangi mereka. Tak ketinggalan pula memastikan asupan kalsium buah hati tetap terpenuhi.
 
Maklumlah, masa anak-anak adalah masanya pertumbuhan dan perkembangan. Kalsium sangat diperlukan dalam menjaga perkembangan tubuhnya optimal. Berikut manfaat kalsium bagi anak:
 
a. Optimalkan tinggi anak
 

Anak-anak memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi mereka Kekurangan kalsium dapat mengakibatkan pertumbuhan tulang anak tidak sempurna dan menderita penyakit ricket.
 
Masa pertumbuhan tinggi badan secara signifikan terjadi pada usia anak-anak. Tinggi badan seorang anak bisa bertambah sekitar 5-6 sentimeter per tahun sejak ia berusia dua tahun sampai masa pubertas. Dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup, anak akan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang maksimal.
 
b. Terhindar dari penyakit rakitis

Asupan kalsium yang cukup disertai vitamin D juga membantu menghindari anak dari penyakit rakitis. Rakitis adalah penyakit yang membuat tulang kaki anak menjadi bengkok dan melemahkan otot sehingga menghambat pertumbuhan.
 
c. Cegah osteoporosis

Bila tidak mendapat cukup kalsium dari makanan, tubuh akan mengambilnya dari “bank kalsium” pada persendian tangan, kaki dan tulang panjang lainnya. Kekurangan konsumsi kalsium dalam waktu lama akan mengakibatkan tubuh mengambilnya langsung dari tulang-tulang padat. Hal ini mengakibatkan tulang keropos dan mudah patah (osteoporosis).
 
d. Lancarkan fungsi otot, otak dan sistem saraf

Otot, otak dan sistem saraf membutuhkan kalsium agar dapat berfungsi optimal. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan spasme (kejang) otot dan gangguan fungsi otak dan sistem saraf.
 
Kebutuhan kalsium anak pun berbeda-beda tergantung dari rentang usia. Secara umum, berikut ini kebutuhan kalsium yang perlu dikonsumsi anak, dikutip dari KidsHealth:
 
- Usia 0-6 bulan 200 miligram per hari
- Usia 7-11 bulan 260 miligram per hari
- Usia 1-3 tahun: 700 miligram per hari
- Usia 4-8 tahun: 1.000 miligram per hari
- Usia 9-18 tahun: 1.300 miligram per hari.
 
Sumber kalsium terbagi menjadi dua, yaitu hewani dan nabati. Sumber kalsium dari hewani antara lain; ikan, udang, susu dan produk olahan susu (dairy) seperti yogurt, keju dan ice cream, kuning telur, ikan teri, udang rebon, dan daging sapi.
 
Permen susu Milkita yang dibuat dengan susu segar berkalsium tinggi dapat menjadi pilihan terbaik Ibu, untuk cemilan yang lebih sehat bagi anak. Tersedia dengan rasa favorit anak-anak yaitu coklat, strawberry, melon, mangga, orange, dan anggur tentunya menjadikan permen Milkita seru dikonsumsi dan juga bermanfaat.
 
Dengan mengkonsumsi tiga buah permen lolipop Milkita, yang energinya setara dengan segelas susu menjadikan anak-anak tetap aktif menjalani aktifitas setiap hari. Tak lupa, untuk menambah kandungan kalsium, ingatkan juga anak untuk berolahraga secara rutin dan istirahat yang cukup untuk membantu pertumbuhan tinggi badannya.
 
Baca juga: Studi Ilmiah Ungkap Konsumen Pilih Permen Susu Milkita karena Kualitas
 

Bagikan Artikel