Artikel

Menengok Kembali Kisah Lahirnya Unifam Group

Post pada 12 Mar 2021

Cikal bakal Unifam Group berawal dari ide besar Harsono Pangjaya. Putra keempat dari delapan bersaudara dari pasangan Fong Bung Kong dan Eng Woei Sun ini merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarga itu. Sebagai anak lelaki satu-satunya, dalam kultur keluarga Tionghoa, Harsono wajib meneruskan usaha keluarganya yakni sebagai pedagang emas di Kota Makassar. Sehingga Harsono tak bisa melanjutkan sekolah sampai kuliah. Sementara adik-adiklah yang diberi kesempatan melanjutkan kuliah.

Harsono juga cukup jeli menangkap tren bisnis masa depan. Pada saat itu Harsono berpikir ada bisnis lain yang bisa dikembangkan selain bisnis emas. Bisnis yang mengarah ke industri. Karena merasa bisnis toko emas saja tak akan cukup, ia lalu mengumpulkan semua saudaranya termasuk Susylia Sukana (adik Harsono) yang pada akhirnya menjadi eksekutor dari ide bisnisnya tersebut.

Kisah dimulai saat Susy hendak pergi ke Taiwan untuk melanjutkan kuliahnya. Usai lulus kuliah tahun 1974, Susy pulang ke Indonesia. Meski telah menyandang gelar sarjana Chemical Engineering, pada saat itu Susy merasa belum memiliki pengalaman apapun dan merasa belum waktunya membangun bisnis. “Saya belum punya pengalaman. Belum waktunya (membangun bisnis), saya harus cari pengalaman kerja dulu,”ujar Susy kepada Harsono.

Baca juga: Permen Susu Milkita Lahir dari Keprihatinan Rendahnya Konsumsi Susu Anak Indonesia

Berbekal ijazah S1 Chemical Engineering dari Universitas Cheng Kung di Taiwan, Susy memilih bekerja di sebuah pabrik kimia, dan langsung mendapat tanggung jawab sebagai kepala pabrik di perusahaan saccharin di daerah Cibinong, Jawa Barat. Sebuah peluang yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Susy bekerja dengan sungguh-sungguh. Tak ada kamus istirahat dalam hidupnya.

Setelah bekerja kurang lebih lima tahun, Susy merasa sudah waktunya membantu sang kakak untuk membuat bisnis yang mengarah ke industri. Kendati pada saat itu belum tahu akan bisnis apa. Berbekal pengalaman kerja selama lima tahun sebagai kepala pabrik Susy kembali ke Makassar dan menemui Harsono.

Saat memutuskan keluar dari pabrik, Susy mendapat informasi dari mantan bosnya Mr Fang, tentang peluang usaha yang bagus, yakni bisnis permen kacang yang sedang naik daun di Taiwan. Dari situ, tercetus ide membuat bisnis permen (candy). Adik kakak ini pun sepakat membangun bisnis permen yang diberi nama PT Unican Surya Agung.

Unican merupakan akronim dari kata Uni dan Can, yang memiliki arti bagi keduanya. Kata Uni diambil dari kata UnitedCan sebuah pabrik yang amat besar pada masa itu yang memproduksi kaleng.

“Koko saya punya cita-cita pabrik permen kita nantinya akan besar seperti UnitedCan,” jelas Susy.

Sedangkan kata Can diambil dari kata Candy (permen). “Lalu kata SURYA diambil dari nama toko emas milik orang tua kami di Makassar. Sedangkan Agung hanya nama tambahan saja karena harus tiga nama,”jelas Susy. Kongsi kakak adik itu semakin terwujud. Di tahun 1981 mereka mendirikan pabrik pertama di wilayah Kapuk, Kamal.

Susylia menjadi eksekutor dari ide-ide besar sang kakak dan mewujudkannya sehingga menghasilkan bisnis UNIFAM Group yang berkembang sampai hari ini. Dua kolaborasi kakak beradik ini melahirkan kekuatan bisnis yang luar biasa. Kendati peran sang kakak sangat singkat, hingga memaksa Susy harus one man show dalam membesarkan bisnis yang telah mereka rintis, dengan penuh perjuangan dan kerja keras, Susy akhirnya mampu mengarungi perjalanan bisnisnya dengan sukses sekalipun hanya seorang diri.

Dengan dukungan penuh sang suami, Susy berhasil menjadi nahkoda hingga mampu membawa kapal besar Unifam mengarungi bisnisnya dan tumbuh sebagai pemain industri consumer good ternama di Indonesia sampai detik ini.

Waktu berjalan cepat, zaman telah berubah, persaingan bisnis pun semakin sengit. Susy sadar perusahaan yang ia bangun bersama kakak tercintanya telah tumbuh semakin besar, dan tak mungkin baginya terus menerus one man show. Susy merasa kewalahan merasa kewalahan. 30 tahun berperan sebagai CEO yang membawahi empat perusahaan manufacturing, PT Unican Surya Agung, PT Pandaria Makmur, PT Fonusa Agung Mulia, serta PT United Surya Agung bukanlah waktu yang pendek.

Susy merasa sudah waktunya harus mundur satu langkah untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda maju satu langkah. Generasi yang lebih energik, lebih visioner, dengan segala ide-ide mereka yang brilian yang menurutnya akan lebih mampu menjawab tantangan bisnis ke depan.

Akhirnya, Susy menunjuk putra pertamanya Steven Erwin Wijaya untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan. Dibawah Steven kini Unican pun berubah nama menjadi PT United Family Food (Unifam). Unifam Group inilah yang menjadi payung beberapa perusahaan sebelumnya dan bertransformasi menjadi perusahaan yang profesional namun tetap memiliki family spirit didalamnya. 

Baca juga:  Unifam Siap Tangkap Peluang Pulihnya Sektor FMCG 


 

Bagikan Artikel