Artikel

Ketahui Pentingnya Kecerdasan Emosi Orangtua dalam Hubungan dengan Anak

Post pada 19 Jul 2021

Emosi manusia merujuk kepada suatu keadaan biologis dan psikologis yang menggambarkan suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas. Artinya, setiap orang memiliki emosi yang khas. Emosi itu yang menjadi acuan berperilaku dan tindakan seseorang.
 
Semua orang perlu mengenali tipe emosinya sendiri agar semakin maksimal menjalani kehidupan. Dengan mengenali emosi, kita akan mampu mengatasi berbagai situasi dan kondisi. Emosi mempengaruhi cara pandang dan tindakan kita dalam segala situasi hidup misalnya saat stres, sedih, senang, dan lain sebagainya.
 
Demi meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi, Unifam menggelar Webinar People Development bertajuk “Mengenal Emosi dan Mengelolanya Menjadi Emotional Quotient (EQ)”, Rabu (14/7/2021). Adapun kegiatan ini diikuti oleh 30 pengasuh Panti Asuhan yang mendapatkan donasi produk Unifam dan relawan aksi cepat tanggap (ACT). 
 
Head of Human Capital Unifam Windy Prastiwi mengatakan emosi  seperti sistem operasi yang tersembunyi yang memiliki kekuatan. “Apabila kita segera mengenali dan mengelolanya dengan baik, emosi akan kehilangan kontrol atas diri kita dan kita akan merasa bebas,” kata Windy.
 
Bila selama ini mengandalkan kemampuan dan pengetahuan dalam bekerja, kini ada baiknya mengubah pandangan itu. Kenyataannya, kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh 80% EQ (Emotional Quotient) dan 20% IQ (Intelligence Quotient). Hal ini membuktikan EQ berperan penting dalam menentukan masa depan.
 
“EQ memiliki kekuatan dua kali lipat dibandingkan dengan IQ dalam kesuksesan seseorang,” kata Windy.

Baca juga: Apa Tindakan yang Perlu Dilakukan Bila Si Kecil Terpapar Virus Covid?  
 
EQ adalah kemampuan untuk mengerti dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain dan menggunakannya untuk berinteraksi dengan efektif. Dengan memiliki EQ, membantu percakapan yang tidak nyaman tanpa menyakiti perasaan orang lain, mengelola emosi ketika kewalahan meningkatkan hubungan dengan orang yang disayangi, menyelesaikan masalah dan menciptakan budaya berkolaborasi.
 
“Ketika orangtua menunjukkan kesadaran diri, akuntabilitas, dan empati dalam hubungan orangtua-anak, anak tersebut memiliki kesempatan untuk mengalami dan menginternalisasi kualitas-kualitas kecerdasan emosi ini,” kata Windy.
 
Kecerdasan emosional adalah atribut yang tak ternilai. Membesarkan anak yang memiliki EQ tinggi adalah tujuan penting. Selain itu, manfaatnya mungkin berdampak positif untuk keluarga, komunitas, dan budaya anak.
 
Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari Unifam Care For Society. Ini merupakan satu dari tiga pilar corporate social responsibility (CSR) di Unifam.
 
Unifam Care For Society berfokus membantu perkembangan dan berkontribusi positif untuk kehidupan masyarakat. Tidak hanya Unifam Care For Society,pilar lainnya adalah Unifam Care For Environment dan Unifam Care For Wellness.
 
Dalam Unifam Care For Environment, Unifam berkomitmen penuh untuk mengurangi dampak lingkungan diseluruh wilayah operasinya. Sedangkan Unifam Care For Wellness, Unifam menghargai tiap orang lewat budaya yang positif dengan mempromosikan keragaman dan kebebasan berpikir sehingga tercipta individu tangguh dan bahagia.
 
Baca juga: Unifam Komitmen Berinovasi Ciptakan Produk Sehat bagi Keluarga Indonesia  

Bagikan Artikel