Artikel

Ingin Anak Suka Buku? Yuk Tiru Jurus Ibunda Mas Menteri Nadiem Makarim

Post pada 11 Apr 2022

‘Cinta membaca itu bukan dari guru, tapi dari orangtua.” Demikianlah pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam suatu kesempatan di awal tahun 2020. Pembantu Presiden Joko Widodo ini mengaku jatuh cinta dengan buku berkat upaya sang ibu yang selalu membacakan buku anak-anak sebelum tidur.

Pesan Mas Menteri Nadiem ini perlu diingatkan lagi bertepatan dengan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada 2 April lalu. Hari peringatan ini memang disengaja agar anak-anak mulai mencintai buku sejak dini.

Hari Buku Anak Sedunia memang tak bisa lepas dari peran penulis buku anak popular, Hans Christian Andersen. Momentum ini pertama kali dicetuskan oleh sebuah organisasi yang bernama International Board of Books for Young People (IBBY) pada 1966.

Balik lagi ke pesan Mas Menteri Nadiem, kecintaan membaca memang harus ditanamkan sejak dini dan dimulai dari rumah. Bunda dan ayah memegang peranan penting agar anak mulai menyukai aktivitas membaca. Meski begitu, Nadiem menyarankan agar bunda tidak memaksakan anak-anak membaca buku-buku tertentu yang tak disukainya.

BACA: Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini Tak Sama dengan Wajibkan Mereka Berpuasa

 Nah, biar anak menyukai aktivitas membaca yang berarti akan memperluas wawasannya, kenapa tidak meniru kisah dari Mas Menteri Nadiem. Berkat konsistensi ibunya yang suka membacakan buku, Nadiem jatuh cinta dengan buku. Berkat kesukaannya dengan buku itu turut berkontribusi pada kesuksesan Nadiem di dunia akademis dan karir.

Kalau begitu, mari elaborasi manfaat membacakan buku ke anak.

1. Bangun bonding

Membacakan buku ke anak sama halnya menghabiskan waktu bareng anak. Aktivitas ini sama saja membuat anak lebih dekat baik secara fisik maupun perasaan ke orangtua. Terlebih lagi, meluangkan waktu membacakan buku ke anak sejak dini akan meninggalkan kenangan spesial bagi si anak di kemudian hari, seperti halnya Mas Menteri Nadiem.

2. Tingkatkan kemampuan daya tangkap anak

Sejumlah studi ilmiah membuktikan anak yang sering dibacakan buku memiliki perbendaharaan kosa kata lebih banyak dan lebih jago berhitung. Luar biasa bukan!

3. Memperkenalkan emosi

Agar menarik, membacakan buku biasanya dibumbui dengan perubahan ekspresi wajah atau pun intonasi suara. Nah disinilah anak akan belajar membaca emosi dari ekspresi wajah dan intonasi suara. Dia akan tahu ekspresi yang sedang takut, marah, atau pun sedih.

BACA: Manakah yang Berdampak Lebih Buruk, Anak Nonton TV atau Main Gadget?

4. Pancing respons anak

Anak akan merespons setiap kali bunda membacakan buku. Bisa dengan gerakan tangan atau pun ekspresi lucu. Agar lebih intim lagi, cobalah untuk melemparkan pertanyaan kepada anak. Ini sebagai selingan agar dia tak bosan. Oh ya kalau perlu berikan dia panganan sehat macam permen susu Milkita Lollipop. Rasanya yang enak dan mengandung susu, cocok di momen bunda membacakan buku untuk si dia.

Masih banyak kok manfaat meluangkan waktu membacakan buku pada anak. Anak akan terdorong terhadap minat membaca. Lagi pula membaca menjadikan anak menambah wawasan, memupuk imajinasi dan empati, hingga meningkatkan kreativitas. 

Jangan lupa untuk mengunjungi Tokopedia & Shopee UNIFAM Official Store untuk mendapatkan promo terbaik dari produk-produk UNIFAM.

 

 


 

Bagikan Artikel