Kata Pakar

Deretan Alasan Kuat Kenapa Bunda Perlu Temui Psikolog Anak

Post pada 28 Oct 2022

Artikel ini diulas Psikolog Klinis Anak & Remaja Harfiah Putu Ponco M.Psi

Dalam tumbuh kembang, anak-anak pasti menghadapi berbagai masalah. Murung, gelisah, malas bersosialisasi, atau pun menyendiri, dapat menjadi petunjuk saat anak sedang mengalami masalah. Dan, itu sebenarnya normal.

Lagi pula, masalah yang dihadapi itu sebenarnya bagian dari latihan dan proses pembelajaran keterampilan baru. Ketika dalam situasi ini, kepekaan bunda bakal diuji. Sejauh mana bunda menawarkan rasa empati, dukungan, dan kesabaran saat mendampingi anak ketika mengalami masalah tertentu.

Meski terlihat normal, kadang kala masalah yang dihadapi anak dapat berubah menjadi hal yang serius. Melihat situasi ini, bunda dapat mempertimbangkan untuk melibatkan psikolog. Apa saja alasan yang tepat untuk membawa anak ke psikolog?

Pertama, ketika buah hati mengalami masalah pada aspek fisik seperti ada kendala pada motorik halus yang membuatnya kesulitan menulis atau aktivitas harian lainnya. Kedua, masalah pada aspek kognitif seperti kendala dalam belajar, sulit konsentrasi, dan sejenisnya.

BACA: Jangan Lelah Sajikan Buah ke Anak, Ini Jurusnya

Ketiga, permasalahan pada perkembangan bahasa dan aspek sosial di mana anak terkendala dalam berkomunikasi maupun berinteraksi dengan lingkungan sosialnya sehingga cenderung menarik diri atau mudah frustasi. Keempat, permasalahan pada aspek perilaku di mana anak sulit mengikuti aturan main di sekolah atau di rumah. Alhasil, ia lebih suka bertindak semaunya.

Saat mendeteksi permasalahan tersebut, bunda dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Langkah ini justru menjadi bukti bila bunda juga perhatian terhadap kondisi psikologis anak selain kesehatan fisiknya. Toh, kondisi psikologis anak merupakan bagian tak terpisahkan dari tumbuh kembangnya secara keseluruhan.

Meski begitu, bunda juga perlu mempersiapkan diri sebelum bertemu dengan psikolog. Paling utama adalah komitmen pada diri bunda untuk terus konsisten mendampingi anak selama sesi konsultasi sampai memberikan dorongan moral.

Bunda punya peranan signifikan sebagai sosok yang akan melaksanakan anjuran-anjuran yang disampaikan psikolog. Tentu saja ini merupakan ikhtiar bunda untuk memastikan anak dalam jalur perubahan yang dikehendaki.

Memperhatikan kondisi psikologis anak akan memudahkan bunda memahami perasaan dan dinamika yang terjadi di dalam dirinya. Dalam prosesnya, psikolog berperan membantu bunda untuk lebih dalam mengetahui kepribadian anak yang cenderung lebih kompleks seiring pertambahan usia.

BACA: Benarkah Usia Pra Sekolah Jadi Waktu yang Tepat Belajar Bahasa Asing?

Meski begitu harus diakui, kadang kala masih banyak orangtua yang menilai tanda-tanda permasalahan yang muncul pada anak adalah hal yang biasa. Permasalahan itu dinilai akan pulih atau selesai dengan sendirinya. Hanya perlu catatan, pada kondisi tertentu permasalahan yang dialami anak bisa menjadi lebih serius sehingga mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Bila si upik mengalami tanda-tanda yang dijelaskan sebelumnya, tidak ada salahnya bunda mengajaknya bertemu psikolog yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi si kecil.

Jangan lupa untuk mengunjungi Instagram PINO Indonesia, Tokopedia & Shopee UNIFAM Official Store untuk mendapatkan promo terbaik dari produk-produk UNIFAM. 

 

 


 

Bagikan Artikel