Artikel

Bunda, Pangkal Anak Sakit Gigi Bukan Berasal dari Makanan Manis Lho!    

Post pada 10 Jun 2021

Masih banyak yang percaya makanan manis menyebabkan gigi anak berlubang. Alhasil, anak pun selalu diwanti-wanti menjauhi permen maupun produk makanan manis lain. Benarkah itu?
 
Sejatinya, pangkal gigi anak berlubang bukanlah gula. Gigi berlubang justru dipicu bakteri yang hidup di dalam mulut. Bakteri tersebut menggerogoti sisa-sisa karbohidrat pada gigi. Sisa-sisa tersebut termasuk juga makanan manis yang dikonsumsi. Entah kue kering (cookies), permen, biji-bijian, buah-buahan, dan sayur-sayuran.
 
Rutin sikat gigi bisa menjadi cara efektif menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak. Tapi, itu saja tidak cukup. Ada beragam gangguan yang bisa muncul jika si kecil tidak terbiasa menjaga kebersihan gigi dan mulut. 
 
Risiko penyakit bisa meningkat jika si kecil jarang menyikat gigi dan sering mengkonsumsi permen dan makanan manis secara berlebihan. 
 
Peran serta orang tua sangat diperlukan di dalam membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan, dan menyediakan fasilitas kepada anak sehingga dapat memelihara kebersihan gigi dan mulut. 
 
Anak kecil memiliki kecenderungan meniru orang-orang sekitarnya, termasuk pengasuh dan orangtua. Orangtua sebaiknya pamer kebiasaan menggosok gigi dengan benar. Selain itu, konsisten pun di waktunya, yakni di pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

Baca juga: Atasi Mual-mual, Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Permen?

Agar anak suka aktivitas gosok gigi, cobalah tawarkan padanya memilih sikat gigi yang disukai. Hanya pastikan jenis sikat gigi tersebut cocok untuk anak. Termasuk juga meneliti pasta gigi juga tidak berbahaya.
 
Sering-seringlah memuji jika si upik rajin gosok gigi. Bisa melalui ucapan manis dan tulus, bisa pula dengan mengganjar hadiah. Memberikan penghargaan akan membuat anak jadi lebih semangat dan termotivasi untuk menyikat giginya setiap hari.
 
Hadiah yang diberikan bisa berupa hal yang sederhana, misalnya menambah jam main, menonton acara TV favoritnya, atau memberikan makanan favoritnya. Cara ini diharapkan mampu membangun kebiasaan gosok gigi rutin dua kali sehari, selama dua menit.
 
Jangan abaikan pula agenda memeriksakan gigi dan mulut ke dokter. Menurut Stanford Children Health, kunjungan dokter gigi pertama direkomendasikan pada usia 12 bulan atau dalam 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh.
 
Kunjungan pertama biasanya memakan waktu tidak lebih dari 30 – 45 menit. Kunjungan mungkin termasuk pemeriksaan gigi, rahang, gusi, dan jaringan lain yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan gigi anak. 
 
Untuk kunjungan berikutnya, sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak sebaiknya ke dokter gigi setiap 6 bulan. 
 
Manfaat dari kebersihan mulut yang baik tidak hanya sebatas senyum yang indah. Gigi dan mulut yang sehat membuat seseorang dapat makan dengan nyaman dan menjaga kemampuan bicaranya. Di sisi lain, kebersihan mulut yang tidak dijaga dapat menyebabkan masalah, dari bau napas yang tidak sedap hingga penyakit gigi dan mulut.
 
Baca juga: Mumpung Lagi Hari Susu Sedunia, Yuk Nikmati Permen Susu Milkita
 

Bagikan Artikel