Artikel

Benarkah Usia Pra Sekolah Jadi Waktu yang Tepat Anak Belajar Bahasa Asing?

Post pada 10 Oct 2022

Anak yang piawai berbahasa asing pasti terlihat lebih intelek, percaya diri, dan supel. Itulah benefit kelebihan anak yang memiliki kemampuan lebih dari satu bahasa. Apalagi kemampuan berbahasa asing ini terbilang jarang dikuasai anak-anak seusianya.

Atas dasar itu, sudah banyak pakar tumbuh kembang anak yang menyarankan agar anak mulai dikenalkan bahasa asing sejak dini, sebut saja bahasa Inggris. Terlebih, kemampuan anak mengenali suara sekitarnya sudah terlatih sejak lahir.

Lalu kapan usia paling ideal anak dikenalkan bahasa Inggris? Sejumlah kalangan meyakini usia pra sekolah alias di rentang usia tiga tahun sebagai fase terbaik mengenalkan bahasa asing pada anak.

Di usia pra sekolah, anak dalam proses tumbuh kembang sebagai pondasi awal untuk berperilaku, bercakap-cakap, berpikir, dan mempelajari sekelilingnya. Pendek kata, anak di fase ini memiliki kemampuan alami untuk belajar banyak hal, termasuk bahasa asing.

BACA: Anak Punya Jiwa Kompetitif Itu Bagus, tapi Jangan Lupa Ajari Siap Kalah

Bahkan kemampuan anak mendengar pengucapan bahasa yang berbeda menjadi alasan lain mengapa di usia pra sekolah menjadi momen terbaik anak dikenalkan bahasa asing.

Bagaimana bila usia anak ku sudah di atas tiga tahun? Tak perlu menyesal. Toh tidak ada kata terlambat untuk belajar. Bunda tetap dapat mengasah kemampuan anak menguasai bahasa asing dengan banyak cara yang kreatif. Apa saja caranya? Mari kita eksplor bareng-bareng.

1. Awali dari rumah

Bunda dapat mulai mengenalkan bahasa asing saat di rumah. Misalnya dengan membuat puisi, memberikan buku-buku cerita anak berbahasa asing, maupun menonton film asing. Pastikan anak tidak merasa sedang belajar bahasa asing, tapi sedang bermain-main. Biar afdol, biasakan juga bunda bercakap-cakap menggunakan bahasa asing di rumah.

2. Kuasai satu kata per kata

Bunda dapat menempelkan stiker kata-kata dalam bahasa asing pada benda yang sering buah hati gunakan. Sebut saja alat-alat makan, buku, lemari, meja belajar, dan sebagainya. Tanpa sadar, anak akan mulai menyerap kata-kata baru itu setiap harinya.

BACA: Saat Belajar Etika Naik Transportasi Umum, Anak Juga Latihan Berempati 

3. Ikut kursus bahasa asing

Mungkin mendaftarkan anak pada kursus bahasa asing dapat menjadi pilihan tepat. Selain mendapat pembelajaran yang sistematis, anak juga akan lebih aktif mengikuti kelas karena ada momen percakapan yang intens.

4. Nikmati prosesnya

Bunda sebaiknya tak perlu pasang target tinggi-tinggi akan kemampuan anak belajar bahasa asing. Nikmati saja prosesnya. Lagi pula di usia sekecil itu, anak mungkin belum paham alasan kuat kenapa harus menguasai bahasa asing. Biar anak lebih semangat belajar lagi, boleh saja memberinya hadiah Pino Es Serut Buah atau permen Milkita. Setidaknya hadiah itu menjadi perhatian dan apresiasi bunda terhadap keuletan buah hati belajar bahasa asing.

Jangan lupa untuk mengunjungi Instagram PINO Indonesia, Tokopedia & Shopee UNIFAM Official Store untuk mendapatkan promo terbaik dari produk-produk UNIFAM.

 

 

 

 

 


 

Bagikan Artikel