Artikel

Atasi Mual-mual, Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Permen?

Post pada 27 May 2021

Kehamilan sering kali identik dengan rasa mual. Bahkan ketika mencium aroma yang menyengat. Sebut saja aroma parfum atau makanan tertentu. Begitu aroma itu masuk indera penciuman, spontan rasa mual muncul begitu saja. 
 
Ada solusi bagi ibu hamil untuk mengurangi mual dan muntah selama kehamilan. Misalnya dengan mengonsumsi permen. Tapi, bolehkah permen dikonsumsi terus-menerus selama trimester pertama kehamilan untuk mengurangi rasa mual?
 
Dikutip dari Klikdokter.com, dr. Amadeo Drian Basfiansa menyebutkan permen bukan pantangan bagi ibu hamil. Entah itu permen yang mengandung gula atau bebas gula. Meski begitu, dia memberi catatan bila ibu hamil memiliki riwayat kadar gula darah tinggi, permen bisa membahayakan.
 
Di antara kondisi yang mewakili hal ini disebut diabetes gestational, atau mudahnya kondisi diabetes atau kadar gula darah tinggi yang muncul dan dialami oleh ibu hamil. Namun adanya kondisi ini bukan berarti ibu hamil tidak boleh mengonsumsi makanan yang manis.
 
Baca juga: Anak Alami Sindrom Malas Sekolah Usai Libur Panjang, Praktikkan Siasat Ini

Bila memang Ibu hamil ingin mengonsumsi permen, pilihlah produk yang dari bahan berkualitas tinggi seperti permen Milkita yang dibuat dengan susu asli dari New Zealand dan tinggi kalsium. Produk satu ini berbahan baku Susu Sapi Segar sehingga memiliki berbagai kebaikan dari susu. “Tiga butir Milkita Lolipop atau tujuh butir Milkita Candy memiliki kalori setara dengan segelas susu” sehingga mampu menambah energi.
 
Di saat bersamaan, jangan lupakan juga mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi. Misalnya makanan yang memiliki karbohidrat. Karbohidrat adalah nutrisi bagi ibu hamil yang sangat penting untuk menyuplai energi tubuh. Karbohidrat juga dapat ditemukan pada nasi, umbi-umbian, kentang, singkong, serta aneka makanan manis.
 
Selain itu ibu hamil perlu protein. Protein yang dibutuhkan pada masa kehamilan sangat bervariasi dan meningkat seiring dengan usia kehamilan. Sumber protein hewani dapat diperoleh pada daging merah, unggas, olahan susu, dan makanan laut. Sedangkan sumber protein non-hewani paling banyak berasal dari kacang-kacangan semisal tahu, tempe dan polong-polongan.
 
Tak lupa, ibu hamil perlu juga makanan yang memiliki lemak. Lemak tidak selamanya buruk untuk tubuh, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi atau gizi untuk ibu hamil. Pada kenyataannya, lemak adalah bagian dari asupan gizi ibu hamil (nutrisi ibu hamil) yang harus dicukupi sehari-hari.
 
Lemak penting untuk mendukung tumbuh kembang janin di seluruh trimester kehamilan, terutama untuk perkembangan otak dan matanya.Selain sebagai nutrisi bagi ibu hamil, asupan lemak yang mencukupi juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan energi ibu dan janin saat persalinan normal. Lemak juga diperlukan sebagai zat gizi atau nutrisi bagi ibu hamil untuk memelihara kondisi plasenta dan cairan ketuban selama 9 bulan kehamilan.
 
Zat besi adalah salah satu nutrisi ibu hamil yang sangat berguna untuk menambah pasokan darah. Tubuh ibu membutuhkan pasokan darah dua kali lipat lebih banyak daripada waktu sebelum hamil.
 
Selain untuk mengakomodasi perubahan tubuh sendiri, janin dalam kandungan juga perlu menerima suplai darah, oksigen, dan nutrisi guna mendukung proses tumbuh kembangnya.
 
Untuk mencukupi kebutuhan zat besi, Anda bisa memperoleh zat besi dari daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, kacang merah, bayam, kubis, dan sayuran hijau lainnya. Banyak mengonsumsi makanan atau minuman tinggi vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
 
Baca juga: Terapkan Lima Strategi Ini sebagai Persiapan Anak Masuk Pekan Ujian Online  


 

Bagikan Artikel