Kata Pakar

Apakah Bunda Ketahui Tanda Anak Kelebihan Asupan Garam?

Post pada 14 Nov 2022

Segala sesuatu yang berlebihan pasti kurang baik kan, Bun! Pernyataan ini tidak hanya berlaku untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Termasuk dalam urusan mengkonsumsi terlalu banyak makanan dengan kadar garam tinggi.

Kebiasaan mengkonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi sejak usia muda dapat berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Di sinilah peran bunda untuk mengetahui kandungan garam yang ideal dikonsumsi buah hati.

Umumnya kita mengenal yang perlu dibatasi adalah garam, garam dan garam. Padahal yang menjadi peran utamanya adalah Natrium yang mendominasi kandungan dalam garam dapur. Tetapi tahukah Bunda bahwa makanan instan, makanan minuman kemasan, serta saos kecap dan bumbu-bumbu siap pakai mengandung Natrium juga?

Nah langkah pertama kita sebagai chef di rumah pastinya adalah mengetahui apa sih manfaat natrium untuk tubuh?

Karena secara umum, Natrium diperlukan untuk menjaga fungsi fisiologis tubuh, mengatur kontraksi dan relaksasi otot, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh. Hanya yang perlu digaris bawahi, terlalu banyak asupan  Natrium yang masuk ke tubuh akan membawa risiko anak mengalami hipertensi, penyakit jantung, sampai stroke di usia muda.

BACA: Deretan Alasan Kuat Kenapa Bunda Perlu Temui Psikolog Anak

Perlu bunda ketahui, dalam Riset Kesehatan Dasar Kemenkes tahun 2018, Stroke usia muda bisa mencapai 10,9 per 100 populasi, dan risiko itu baru terlihat di kemudian hari.

Mengukur asupan Natrium yang ideal untuk anak tidak semudah membalikkan tangan. Bunda dapat mengenali anak sudah terlalu banyak asupan garam yang masuk ke tubuhnya melalui tanda-tanda berikut ini.

1. Sering merasa haus

Bila anak sering haus tanpa alasan yang jelas, bisa menjadi tanda akan berlebihan asupan Natrium. Kenapa? Karena natrium dapat mengikat air sehingga bila terlalu banyak maka tubuh semakin memerlukan cairan.

2. Menyukai makanan yang asin dan gurih

Garam memang bumbu yang membuat makanan makin nikmat. Wajar bila si kecil suka camilan keripik kentang atau panganan dengan rasa asin. Akan jadi masalah bila si kecil suka menolak makanan di luar itu, maka Bunda sebaiknya mulai mengurangi asupan garam. Cobalah untuk mengenalkan panganan lain yang mengandung bumbu dan rempah-rempah lain sebagai pengganti garam dan mengganti rasa gurih dengan bahan alami seperti kaldu.

3. Urine berwarna lebih gelap

Bunda bisa mengecek warna urine untuk mengetahui asupan garam si kecil sudah kelewat batas. Bila warnanya sangat kuning dan gelap, itu sudah menjadi tanda asupan garam natrium yang tinggi. Bila perlu, Bunda dapat meminta bantuan dokter untuk melakukan pengecekan urine di laboratorium.

BACA: Susu Bagus untuk Buah Hati, tapi Tetap Ada Batasannya Ya

4. Tekanan darah tinggi

Tanda anak sudah kebanyakan asupan Natrium bisa dilihat dari tekanan darahnya. Maka itu, kalangan medis menyarankan agar anak melakukan pemeriksaan darah rutin sejak usia tiga tahun. Langkah ini sebagai upaya mendeteksi kenormalan tekanan darah anak.

5. Berat badan naik

Kebanyakan konsumsi gula dan lemak biasanya dianggap sebagai biang keladi kenaikan berat badan pada seseorang. Eittttsss padahal nih Bun, studi ilmiah juga mengungkapkan kelebihan asupan natrium terutama dari garam dapat memicu kenaikan berat badan.

Alhasil, bunda sebaiknya juga mengawasi dan mengontrol jenis makanan yang dikonsumsi anak. Selain tidak terlalu berlebihan lemak dan gula, makanan olahan asin juga perlu diwaspadai.

Sekarang setelah Bunda tahu tanda-tanda anak kelebihan asupan Natrium, Bunda setidaknya sudah mulai pasang alarm nih.  Natrium dalam jumlah yang cukup tentu bagus untuk tubuh dan juga harus sesuai usia.

Dalam Angka Kecukupan Gizi 2019, pada usia anak 1-3 tahun sebesar 800 mg, 4-6 tahun 900 mg, 7-9 tahun 1000 mg. Sedangkan pada suatu produk makanan ringan seperti satu bungkus kecil wafer memiliki kadar natrium 75 mg, itu baru satu produk yang dimakan yah, belum minuman, atau tepung instan atau saos kecap dan sumber natrium dari bahan pangan lain.

Dapat Bunda ketahui, sumber-sumber natrium selain garam, ada pada mie instan, makanan minuman kemasan, kecap, saos, bumbu instan, makanan kaleng, keripik, kerupuk dan setiap makanan minuman berkemasan.

“Yuk kita semakin aware dan mulai membatasi konsumsi garam untuk buah hati tersayang kita Bun. Selalu konsultasikan kepada Ahli jika Bunda memiliki hambatan atau kebingungan dalam menyiapkan konsumsi anak,” saran Nuril Farah Dhiya, S.TR.GZ, Ahli Gizi di Puskesmas Jagakarsa.

 

Jangan lupa untuk mengunjungi Instagram PINO Indonesia, Tokopedia & Shopee UNIFAM Official Store untuk mendapatkan promo terbaik dari produk-produk UNIFAM. 

 

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel