Artikel

Adaptasi dengan Perubahan, Unifam Geber Strategi Marketing Digital

Post pada 30 Apr 2021

Dunia digital telah banyak mengubah perilaku konsumen. Lebih-lebih di masa pandemi yang turut mendorong masyarakat mengadopsi teknologi digital. Di samping itu juga menjadi solusi interaksi yang contactless dari keharusan melakukan social distancing.
 
PT United Family Food (Unifam) menyadari hal ini. COO PT United Family Food Wishnu Pramuji mengatakan kegiatan di ranah digital merupakan tools untuk membantu mendorong pertumbuhan bisnis.
 
Apalagi di kondisi pandemi, dimana kegiatan promosi langsung ke konsumen akan berkurang porsinya. “Kami berusaha memaksimalkan kegiatan digital dari semua platform yang sudah ada,” kata Wishnu.
 
Konkretnya seperti Milkita Surprise Box yang secara rutin diberikan ke follower Instagram Milkita. Selain itu juga ditopang dengan pengembangan channel e-commerce lokal maupun internasional dengan tagline “Kita Kuat Kita Sehat” untuk Indonesia.

Baca juga: Produk Unifam Jadi Cerminan Sosok Keibuan Susylia Sukana  
 
“Inovasi di ranah digital dan produk baru tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi kinerja bisnis Unifam. Bisnis Unifam dapat tumbuh 18 persen selama masa pandemi yang penuh dengan tantangan dan keterbatasan, bisnis Unifam bisa tumbuh hingga 18%,” kata Wishnu.
 
Keberhasilan tersebut tentunya bukan hasil kerja sehari. Sebelumnya, Unifam melakukan proses riset untuk menghadirkan konten yang menarik dan relevan bagi konsumen. Riset dimulai dari penentuan tujuan konten, target pasar, dan audiens.
 
Selanjutnya, Unifam juga menganalisa konten dan menentukan channel distribution sehingga tepat sasaran. Tahap terakhir yakni evaluasi setiap proyek dilakukan sehingga akan banyak data insight agar terus bersikap adaptif. 
 
“Tahun ini target yang ingin dicapai dari digital marketing yakni bisa menaikkan 200% followers dan meningkatkan sales growth E-Commerce hingga 5 kali lipat,” kata Wishnu.
 
Demi mempersiapkan target tersebut, budget digital marketing Unifam akan ditingkatkan lagi hingga 50% dibanding tahun 2020.  Selain penguatan dari dana, Unifam juga terus meningkatkan pengetahuan dari sumber daya manusia (SDM) agar dapat mengingatkan perkembangan bisnis dan gaya konsumsi masyarakat. Misalnya dengan mengikuti pelatihan dan workshop.

Baca juga: Cerita Pendiri Unifam yang Jadikan Pesan Ayah Modal Kembangkan Bisnis  

 

Bagikan Artikel