Artikel

Ada Fasilitas Minimarket di Rumah Bisa Jadi Medium Anak Belajar Kejujuran

Post pada 20 Jan 2022

Berapa sering sih dalam sepekan bolak-balik ke minimarket? Sulit menjawabnya ya. Maklumlah, minimarket seringkali menjadi solusi berbelanja kebutuhan sehari-hari. Apalagi belakangan ini lokasi minimarket sudah begitu dekat dengan pemukiman.

Terlepas dari kemudahan yang diperoleh, tapi problematika yang sering dialami ketika frekuensi ke minimarket terbilang sering adalah pengeluaran bisa membengkak. Bukan saja dapat memancing lapar mata, selain itu bakal jadi isu tersendiri jika ajak si kecil. Dia akan terdorong ikutan berbelanja snack atau mainan yang menarik perhatiannya.

Lalu, kenapa tidak melengkapi rumah dengan fasilitas ‘minimarket pribadi’ saja? Nggak perlu membayangkan fasilitas minimarket seperti yang dimiliki selebriti macam Ruben Onsu atau Raffi Ahmad. Dua seleb itu memang sengaja membangun fasilitas minimarket di rumah.

Cukup maksimalkan pojok ruang makan atau ruang keluarga sebagai tempat menaruh rak yang biasa ditemukan di minimarket. Tinggal isi rak itu dengan beberapa snack atau camilan favorit anggota keluarga.

Ada beberapa benefit dari kehadiran ‘fasilitas minimarket’ di rumah. Bukan sekadar menekan frekuensi bolak-balik ke minimarket yang bikin boros dan buang-buang waktu saja. Kehadiran fasilitas satu ini dapat menjadi instrumen mendidik anak. Apa saja itu?

1. Belajar menseleksi camilan sehat

Memang bukan perkara mudah memberi pemahaman snack yang sehat ke buah hati. Meski begitu bukan berarti tidak bisa. Dengan memiliki fasilitas minimarket pribadi di rumah, anak lebih mudah belajar menentukan snack yang sehat.

Caranya dengan memastikan deretan snack yang tersedia di fasilitas minimarket aman dikonsumsi buah hati. Misalnya dengan terjamin higienis dan bebas dari bahan tambahan pangan (BTP) yang berbahaya seperti asam borat, asam salisilat, formalin, kalium klorat, dan sejenisnya.

2. Belajar bertransaksi

Kehadiran fasilitas minimarket di rumah juga dapat menjadi medium mendidik anak belajar bertransaksi sambil bermain. Dari sini anak akan mengenal nilai mata uang, belajar berhitung, sampai mengelola uang jajan harian.

Misalnya dengan membuat simulasi permainan dengan melibatkan buah hati yang berperan sebagai kasir atau customer. Peran itu bisa saling bergantian. Dengan begitu anak akan memahami cara kerja minimarket sesungguhnya. Di samping itu, manfaat lainnya adalah melatih kejujuran anak. Misalnya anak dapat belanja sendiri di minimarket dengan membayar uang dimasukan dalam kotak khusus.

Baca juga: Yuk, Bantu Si Kecil Belajar Pahami Cara Baca Info Kandungan Gizi di Label Kemasan

3. Lebih hemat

Adanya fasilitas minimarket di rumah akan menekan frekuensi kunjungan ke minimarket. Ini tentu saja akan menghemat pengeluaran. Seringkali bila mampir ke minimarket akan ada barang yang tak penting yang dibeli. 

Lain halnya bila sudah mengalokasikan sebagian anggaran belanja bulanan untuk mengisi fasilitas minimarket di rumah. Dari situ akan tergambar berapa dana yang dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan snack bagi anggota keluarga.

Kira-kira itulah manfaat bila mempertimbangkan kehadiran fasilitas minimarket di rumah. Tak perlu mewah seperti yang dimiliki selebriti. Toh, tujuan dari fasilitas itu di rumah lebih pada memenuhi kebutuhan snack yang sehat untuk anak dan bonusnya anak dapat belajar keuangan lebih mudah.

Baca juga: Benarkah Parental Burnout Selalu Berkonotasi Negatif?
 

Bagikan Artikel